Friday, November 28, 2014

konflik agama di dunia

konflik agama yg terjadi didunia adalah israel dan palestina

Sejarah dan latar belakang konflik Israel-Palestina bisa ditarik mundur sejak tahun 2000 SM. Namun dalam sejarah kontemporer, konflik Palestina-Israel dimulai pada tahun 1967 ketika Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania).
Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.
Sekilas tentang konflik Palestina:
Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania).. Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.

Tarik ulur usaha perdamaian mutakhir
Sejak Persetujuan Oslo, Pemerintah Israel dan Otoritas Nasional Palestina secara resmi telah bertekad untuk akhirnya tiba pada solusi dua negara. Masalah-masalah utama yang tidak terpecahkan di antara kedua pemerintah ini adalah:
  • Status dan masa depan Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur yang mencakup wilayah-wilayah dari Negara Palestina yang diusulkan.
  • Keamanan Israel.
  • Keamanan Palestina.
  • Hakikat masa depan negara Palestina.
  • Nasib para pengungsi Palestina.
  • Kebijakan-kebijakan pemukiman pemerintah Israel, dan nasib para penduduk pemukiman itu.
  • Kedaulatan terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Bukit Bait Suci dan kompleks Tembok (Ratapan) Barat

keseteraan gender dan status sosial

Kesetaraan Gender & Status Sosial

Pengertian Kesetaraan dan Keadilan gender
Kesetaraan gender berarti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan nasional (hankamnas), serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidak adilan struktural, baik terhadap laki-laki maupun perempuan.
Keadilan gender adalah suatu proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki. Dengan keadilan gender berarti tidak ada pembakuan peran, beban ganda, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan maupun laki-laki.
Terwujudnya kesetaran dan keadilan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, dan dengan demikian mereka memiliki akses, kesempatan berpartisipasi, dan kontrol ataspembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan.
Memiliki akses dan partisipasi berarti memiliki peluang atau kesempatan untuk menggunakan sumber daya dan memiliki wewenang untuk mengambil keputusan terhadap cara penggunaan dan hasil sumber daya tersebut. Memiliki kontrol berarti memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan atas penggunaan dan hasil sumber daya. Sehingga memperoleh manfaat yang sama dari pembangunan

Kesetaraan Gender Di Indonesia Belum Terealisasikan Mengingat Banyaknya Faktor Penghambat
Sudah kita ketahui bahwa pentingnya kesetaraan gender di setiap negara berkembang ataupun negara maju, yaitu untuk mendorong hak-hak kaum perempuan yang dimana setiap perempuan pada jaman sekarang banyak sekali yang ingin di sama ratakan kepentingannya dengan pria. Karena dewasa ini sudah banyak perempuan-perempuan yang berfikir bahwa pentingnya peranan perempuan di setiap kalangan, kelompok, atau individu, yaitu untuk ikut serta dalam menjalankan suatu pemerintahan, yang sekarang ini banyak anggapan bahwa perempuan masih belum layak menjadi pemimpin.
jika dilihat dari sejarahnya di setiap negara berkembang contohnya di Indonesia, yang menjadi faktor utama penyebab kesetaraan gendernya sendiri adalah tingkat kependudukan yang relatif tinggi sehingga minimnya kesempatan bagi perempuan untuk bisa ikut serta dalam suatu pemerintahan. sehingga para kaum perempuan hanya bisa merasakan hidup sebagaimana mestinya. Sebagian besar hanya bisa menjadi ibu rumah tangga ataupun menjadi pembantu rumah tangga, sedangkan hanya sebagian kecil yang bekerja di lapangan. Itu disebabkan oleh masyarakat di Indonesia Biasanya kurang disiplin dalam mematuhi hukum yang berlaku terkadang acuh tak acuh, serta pemerintahanya pun kurang tegas karena dari setiap kebijakannya tidak dijalankan berdasarkan prinsip akuntabilitas atau segala sesuatu yang dapat di pertanggung jawabkan oleh pemerintah, dan itu di nilai dari setiap pengambilan tindakan dan keputusan yang kurang transparan terhadap masyarakat.

Friday, November 7, 2014

Pengertian Status Sosial & Jabatan – Stratifikasi/Diferensiasi Dalam Masyarakat


Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembeda-bedaan yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. Di sekitar kita ada orang yang menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota dan jabatan rendah seperti camat dan lurah. Di sekolah ada kepala sekolah dan ada staf sekolah. Di rt atau rw kita ada orang kaya, orang biasa saja dan ada orang miskin.
Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja, namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik, keyakinan dan lain-lain. Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia atau umur, kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain sebagainya juga membedakan manusia yang satu dengan yang lain.
Beragamnya orang yang ada di suatu lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial (pengkelas-kelasan) atau diferensiasi sosial (pembeda-bedaan).
Arti Definisi / Pengertian Status Sosial :
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
Arti Definisi / Pengertian Kelas Sosial :
Kelas sosial adalah stratifikasi sosial menurut ekonomi (menurut Barger). Ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan / perekonomian individu.
Arti Definisi / Pengertian Stratifikasi Sosial :
Stratifikasi sosial adalah pengkelasan / penggolongan / pembagian masyarakat secara vertikal atau atas bawah. Contohnya seperti struktur organisasi perusahaan di mana direktur berada pada strata / tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada struktur mandor atau supervisor di perusahaan tersebut.
Arti Definisi / Pengertian Diferensiasi Sosial :
Diferensiasi sosial adalah pengkelasan / penggolongan / pembagian masyarakat secara horisontal atau sejajar. Contohnya seperti pembedaan agama di mana orang yang beragama islam tingkatannya sama dengan pemeluk agama lain seperti agama konghucu, budha, hindu, katolik dan kristen protestan.

Perbedaan status sosial ekonomi

Entah kenapa jadi pengen ngebahas yang namanya status sosial  dalam ekonomi dah. Status sosial itu sendiri adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Nah untuk perbedaan status sosial karena ekonomi itu dilihat dari kekayaan yang dimiliki oleh seseorang yan mungkin bisa juga langsung memperlihatkan statusnya yang lain. Memang sih di tahun-tahun ini kaga keliatan secara langsung tapi tetap aja antara masyarakat ada yang namanya status sosial.
Hal ini bisa dilihat dari lokasi tinggal dimana yang golongan tinggi di daerah kompleks, yang menengah di sekitar jalan  dan yang golongan bawah menyebar di dekat sungai atau rel kereta. Masalah ini sendiri sebenarnya cukup menjadi masalah karena dengan terjadinya hal seperti ini menyebabkan mereka tidak berinteraksi atau memahami satu sama lain sehingga terjadi perbedaan jenjang sosial. Dimana akhirnya banyak terjadi kasus penipuan, pencopetan dan pencurian di kalangan menengah maupun atas. Ya, bukan berarti yang melakukan hal-hal seperti itu adalah kalangan rendah karena biasanya hal itu bisa terjadi karena kurang interaksi antara sesame sehingga terjadi salah paham diantara orang-orang yang menyebabkan mereka merasakan benci, iri dan dengki kepada seseorang.
Selain hal itu  perbedaan  status sosial ekonomi juga dapat menyebabkan :
  1. .           Kesejahteraan yang tidak merata yang menyebabkan yang golongan bawah susah mendapatkan     kesejahteraan.
  2.       Konflik sosial dimana dengan adanya perbedaan ekonomi hal-hal lain jadi disangkut pautkan dengan hal tersebut seperti ras, agama, pekerjaan , dan keyakinan politik.

Padahal Indonesia itu kan Negara yang terdiri dari berbagai suku dan ras jika sampai terjadi konflik sosial yang berujung kepada pemusnahan satu pihak mungkin Indonesia tidak akan bisa bertahan lama di era globalisasi ini.

Setidaknya saya pikir mungkin hal ini bisa dicegah dengan cara mengadakan sosialisasi atau hubungan antara ke 3 golongan, saling membantu dan perataan pembagian kesempatan ditiap daerah. Bukankah dengan begitu masyarakat bisa lebih kompak dan bersatu untuk melindungi Indonesia atau sesamanya.


#darkdlutfi